Efek negatif kopi terhadap latihan Yoga anda

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Coffee Lover….

Apabila tiap bangun pagi anda selalu ingin menyeduh secangkir kopi dan menemukan kopi persediaan anda habis…. dan berteriak “aaaaaaahhhhhh”, maka selamat datang di persatuan “coffee junkie”.

 

 

coffeHampir 1/2 populasi  di dunia mempunyai ketergantungan terhadap “caffeine”, zat yang terdapat dalam kopi. Ketergantungan dapat dikonotasikan apabila seseorang tidak minum kopi 1 hari saja, dia akan mederita migraine di siang hari, konstipasi untuk 2 hari, atau mudah marah bahkan tidak dapat konsentrasi dalam kerja.

 

 

Tetapi jangan salah…. kopi TIDAK termasuk dalam diet-balance di Yoga, bahkan caffeine salah satu zat yang harus dihindari oleh praktisi yoga.

 

 

Berikut adalah pengaruh BURUK zat caffeine pada tubuh anda:

 

Adrenal Depletion
Kelenjar pada tubuh akan mengeluarkan adrenalin pada saat emergensi. Contohnya apabila anda mengalami kecelakaan (jatuh, terpeleset atau kecelakaan mobil).  Adrenalin ini berguna untuk memberikan refleks yang dapat menyelamatkan kita dari suatu peristiwa, atau memberikan tubuh sinyal “fight or flight”.
Apabila anda meminum 2 shots espresso, hal ini sama dengan memberikan sinyal kepada tubuh untuk mengeluarkan epinephrine dan norepinephrine, hormon yang sama dengan adrenalin.  Apabila hal ini benar, anda telah me-nyia2 kan sumber daya tubuh.
Memang pada awalnya, anda akan merasakan tubuh yang lebih segar, tidak mengantuk dan dapat konsentrasi, tetapi hal ini juga dapat menyebabkan rasa iritasi, tidak fokus dan  frantic/agitate.

 

 

Lebih mudah stress
Caffeine akan me-triger reaksi pada tubuh, misalnya denyut jantung akan lebih cepat, berkeringat, naiknya level gula di tubuh dan otot-otot yang lebih tegang (stiffness). Maka pertanyaan nya sebelum me-konsumsi kopi, apakah anda perlu stress lebih dalam hidup ini?

 

 

Bad Mood
Penelitian membuktikan bahwa me-konsumsi caffeine menyebabkan menurunnya kelenjar serotonin.  Padahal, serotonin diyakini memberikan sinyal “good mood” pada pikiran untuk lebih merasakan bahagia.  Bagi mereka yang mempunyai level rendah pada serotonin biasanya mempunyai suatu tingkat depresi mental (efek serotonin).

 

 

Defisiensi Vitamin
Terlalu banyak caffeine menyebabkan berkurangnya vitamin dalam tubuh, bahkan menurunkan zat calcium. Maka itu, pada wanita, hal ini dapat menyebabkan osteoporosis pada jangkan waktu yang panjang.

 

 

Death to Yoga
Bagi praktisi yang mendalami yoga lebih advance, mereka harus mementingkan mengenai “balance” dan meditasi. Maka itu, berbagai macam stimulants (seperti halnya caffeine) akan sangat negatif bagi tujuan dari yoga itu sendiri. Caffeine juga mempunyai sifat “diuretic” (mengeluarkan air/cairan dalam tubuh) sehingga tubuh lebih mudah untuk dehidrasi. Bagi pe-yoga, NO Water = a STIFF/ sore body.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_text_separator title=”Related Articles” title_align=”separator_align_center” align=”align_center” color=”grey” border_width=”5″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_basic_grid post_type=”post” max_items=”3″ style=”all” items_per_page=”10″ show_filter=”” element_width=”4″ gap=”30″ orderby=”rand” order=”DESC” filter_source=”category” filter_style=”default” filter_align=”center” filter_color=”grey” filter_size=”md” button_style=”rounded” button_color=”blue” button_size=”md” arrows_design=”none” arrows_position=”inside” arrows_color=”blue” paging_design=”radio_dots” paging_color=”grey” loop=”” autoplay=”-1″ item=”none” grid_id=”vc_gid:1439884533220-e7bd750b-8c7b-3″][/vc_column][/vc_row]