Skip to content

Review Matras Yoga: Miniso VS Berwyn VS Manduka PRO series VS Kurma GRIP

Ketika memilih matras yoga, penting untuk mempertimbangkan kualitas dan daya tahan daripada hanya memilih opsi yang paling murah. Meskipun matras murah mungkin terlihat menarik pada awalnya, biasanya mereka kurang tahan lama dan performanya lebih rendah daripada matras berkualitas tinggi. Meskipun investasi pada matras yoga yang tahan lama terlihat mahal pada awalnya, namun dalam jangka panjang, hal ini dapat terbayar kembali terutama jika Anda berencana menggunakannya selama bertahun-tahun.

Berikut adalah review matras yoga Miniso, Berwyn, Manduka PRO series, dan Kurma GRIP:

Matras Yoga Miniso

review matras yoga miniso
  • Bahan: NBR 8mm
  • Ketebalan: 8mm
  • Harga: Rp. 109.000 – Rp. 129.000
  • Kelebihan:
    • Harga terjangkau
    • Ringan
    • Nyaman
    • Tidak begitu licin
    • Tersedia dalam berbagai warna, dan ada yang 3mm, 6mm.
  • Kekurangan:
    • Sulit dilipat, terlalu tebal dengan ketebalan 8mm
    • Terlalu lembut bagi beberapa orang (kurang padat), dan kempos, mengurangi keseimbangan waktu yoga pose
    • Tidak sekuat beberapa matras lainnya
    • Tipikal matras buatan China – permukaan dan kualitas sama, bagi yang 3mm dan 6mm.

Matras Yoga Berwyn

review matras yoga berwyn
  • Bahan: PVC 4mm
  • Ketebalan: 4mm
  • Harga: Rp. 159.000 – Rp. 209.000
  • Kelebihan:
    • Tidak licin (kalau keringat sedikit sampai sedang)
    • Harga relatif ringan di dompet.
    • Tersedia dalam berbagai warna
  • Kekurangan:
    • Densitas matras yoga sangat kurang, sehingga lutut dan siku terasa kena lantai.
    • Tidak nyaman bagi orang dengan persendian sensitif.
    • Mudah robek dan tidak tahan lama.
    • Tipikal matras yoga buatan China – permukaan kotak-kotak dan agak kempos.

Matras Yoga Manduka PRO series

  • Bahan: PVC
  • Ketebalan: 4.7mm dan 6mm
  • Harga: Rp. 1.990.000 – Rp. 2.595.000
  • Kelebihan:
    • Sangat tahan lama (sampai 10 tahun)
    • Grip yang sangat baik
    • Bantalan yang baik
    • Ramah lingkungan
  • Kekurangan:
    • Cukup mahal bagi beberapa yogi, tapi kalau bisa tahan 10 tahun ga akan masalah.
    • Bisa terasa berat pada ketebalan 6mm, kalau terlau berat bisa pilih PROLite 4.7mm.
    • Apabila berkeringat terlalu banyak, harus pakai yoga mat towel spesial.
Baca:   Mengembalikan Tulang Belakang Bungkuk dengan Yoga

Matras Yoga Kurma GRIP

  • Bahan: PVC
  • Ketebalan: 4.2mm dan 6.5mm
  • Harga: Rp. 1.499.000 – Rp. 1.999.000
  • Kelebihan:
    • Terjangkau untuk kategori matras yoga premium, dibanding dengan Manduka
    • Ringan dan mudah dibawah (untuk yang Lite – ketebalan 4.2mm)
    • Bantalan dan densitas sangat baik. Sekelas Manduka PRO Series.
    • Tidak licin (untuk keringat ringan sampai sedang).
    • Dibuat dengan teknologi German – bisa tahan 10 tahun dipakai.
    • Tersedia dalam berbagai warna
  • Kekurangan:
    • Lebih Mahal dibandingkan dengan matras yoga buatan China.
    • Tidak seanti licin matras karet sel terbuka.

Mari kita bandingkan empat matras yoga populer: Miniso, Berwyn, seri Manduka PRO, dan Kurma GRIP.

Matras Yoga Miniso adalah pilihan terjangkau yang terbuat dari NBR dengan ketebalan 8mm. Matras ini memberikan rasa empuk dan ringan, sehingga mudah dibawa-bawa (alasan ringan). Meskipun memberikan permukaan yang tidak licin saat Anda tidak berkeringat, matras ini mungkin sulit dilipat karena ketebalannya, yang menajdi masalah untuk traveling. Beberapa pengguna merasa matras ini terlalu lembut dan kurang padat, sehingga posisi yoga yang menantang akan sulit dilakukan. Hal ini karena sulit mengatur keseimbangan. Selain itu, matras ini mungkin tidak sekuat matras lain yang ada di pasaran.

Matras Yoga Berwyn terbuat dari PVC dengan ketebalan 4mm. Harganya lebih tinggi dibandingkan dengan matras Miniso, tetapi menawarkan daya tahan yang lebih baik jika digunakan dengan catatan frekuensi yang tidak terlalu tinggi. Matras ini memberikan sifat yang tidak licin apabila keringat sedikit, dan secara moderat dan tersedia dalam berbagai warna. Namun, matras ini tidak seempuk matras lain dan mungkin tidak nyaman bagi orang dengan persendian sensitif. Matras ini juga rentan terhadap robekan dan tidak tahan lama dalam jangka panjang.

Baca:   Penggunaan Bolster pada 5 Posisi Yoga

Seri Manduka PRO adalah pilihan yang lebih mahal yang terbuat dari PVC dengan pilihan ketebalan 4.7mm dan 6mm. Matras ini memiliki daya tahan yang luar biasa dan memberikan cengkraman dan empuk yang baik. Seri Manduka PRO juga ramah lingkungan. Namun, matras ini memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan matras lainnya dan bisa terasa berat, terutama dengan ketebalan 6mm. Matras ini mungkin tidak memberikan sifat anti-licin yang terbaik jika Anda cenderung berkeringat banyak saat berlatih.

Matras Yoga Kurma GRIP adalah matras premium lainnya yang terbuat dari PVC, tersedia dalam pilihan ketebalan 4.2mm dan 6.5mm. Matras ini termasuk dalam kategori yang lebih terjangkau dibandingkan dengan seri Manduka PRO. Matras Kurma GRIP ini ringan dan menawarkan bantalan dan kepadatan yang baik. Matras ini memberikan permukaan yang tidak licin dan tersedia dalam berbagai warna. Namun, matras ini mungkin tidak seanti-licin matras karet sel terbuka. Kekurangannya adalah harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan matras yoga yang dibuat di China, karena dibuat di Jerman.

Secara keseluruhan, memilih matras yoga terbaik bergantung pada kebutuhan dan preferensi individu Anda. Jika Anda mencari matras yang terjangkau dan ringan, matras yoga Miniso dan Berwyn mungkin cocok untuk Anda. Namun, jika daya tahan menjadi prioritas, matras yoga Manduka dan Kurma adalah pilihan yang lebih baik. Meskipun harganya lebih tinggi, keawetan dan kenyamanan jangka panjang yang mereka tawarkan membuat investasi tersebut sebanding.

Ingatlah, menginvestasikan dalam matras yoga berkualitas tinggi dapat meningkatkan latihan Anda dan memberikan kinerja yang handal selama bertahun-tahun. Jangan hanya fokus pada harga, tetapi prioritaskan kualitas dan daya tahan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sesi yoga Anda dalam jangka waktu yang lama.