Senam Yoga bagi Pelari Marathon

Lari merupakan olahraga murah yang menjadi kebiasaan sehat masyarakat Indonesia. Tidak saja hanya diminati orang dewasa, bahkan anak-anak dan manula pun menjadikan lari sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan memanfaatkan hari libur seperti Minggu, kawasan seperti Monas di Jakarta, Gasibu di Bandung, Sempur di Bogor dan kota-kota lainnya dipadati oleh berbagai lapisan masyarakat yang sedang jogging.

 

senam yoga bagi pelari marathonBerbagai lomba marathon pun rutin digelar dan hampir diikuti oleh ratusan hingga ribuan peserta. Untuk memaksimalkan olahraga ini, sekaligus menghindari cedera dan bahkan serangan jantung dan penyakit dalam lainnya, sangat direkomendasikan untuk melakukan beberapa pose senam yoga terlebih dulu. Bisa dikatakan bahwa yoga menjadi pemanasan sebelum olaharaga berat. Apalagi kalau digunakan untuk lari jarak jauh.

 

Salah satu senam yoga yang disarankan adalah Anjaneyasana (Low Lunge). Caranya dengan menarik nafas sambil mendorong kaki kanan ke belakang sejauh mungkin. Kemudian letakkan lutut kanan di atas lantai dengan kepala atau pandangan menghadap ke atas. Telapak kaki kiri harus sejajar dengan kedua telapak tangan. Biasanya Anjaneyasana ini dilakukan dari pose Adho Mukha Svanasana (Donward-Facing Dog). Untuk yang terakhir ini, gerakannya dimulai dengan posisi kaki yang sejajar. Setiap membuang nafas dari mulut, perut ditarik ke arah tulang belakang dengan melakukan Uddiyana Bandha (upward Abdominal Lock) agar bagian otot di pelvic floor bisa dikunci. Tahanlah pose ini selama 10 kali tarikan nafas.

 

Selain itu, Virabhadrasana III atau Warrior Pose III adalah jenis senam yoga lainnya yang bisa dilakukan sebelum lari. Gerakan ini dimulai dengan berdiri satu kaki lurus dan menurunkan tubuh secara perlahan ke depan sehingga dada bisa satu garis dengan kaki belakang yang terangkat dan sejajar dengan lantai. Majukan dada Anda sambil renggangkan kaki belakang. Pandangan harus lurus ke depan. Usahakan kaki tetap lurus dan jemari kaki mengarah ke bawah. Kalau memungkinkan, angkat kedua lengan lurus ke depan dan jaga agar keduanya tetap selebar bahu atau satukan kedua telapak tangan.