5 Cara Memilih matras yoga yang baik

Salah satu ajaran dasar yoga adalah bagaimana tetap terhubung dengan diri kita sendiri, satu sama lain dan juga dengan alam semesta secara keseluruhan. Maka itu sangatlah wajar jika mengharapkan matras yoga terbuat dari bahan yang tidak  memberikan dampak lingkungan di bumi. Idealnya, matras yoga harus dibuat dengan menggunakan bahan yang alami, seperti matras yoga dari karet alam, kapas, gabus atau bahkan wol atau rami.

Bahan-bahan ini kemudian dibuat menjadi matras yoga dengan menggunakan proses pembuatan ramah lingkungan yang tidak menghasilkan limbah beracun.

Sayangnya,  hal ini sering tidak berlaku untuk beberapa matras yoga yang dapat Anda temukan di toko online atau di toko retail.

Bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan biasanya yang paling sering digunakan saat membuat matras yoga adalah plastik atau  busa. Bahan plastik atau busa biasanya diperoleh dengan menggunakan proses yang dapat merusak lingkungan.

Bahan ini juga membuat yoga mat sulit untuk didaur ulang dan dibuang dengan cara yang tidak ramah lingkungan.  Lagipula, bahan ini dapat melepaskan racun (toxic) dalam dosis kecil selama Anda memakainya, dan ini terjadi terus menerus selama berlatih yoga.

Oleh karena itu, saran pertama tentang cara memilih matras yoga adalah memastikan  mencari yang terbuat dari bahan alami yang bersumber secara berkelanjutan yang juga dapat didaur ulang, atau bahkan dapat terurai. Ini lebih cenderung tidak berbahaya bagi diri sendiri atau lingkungan.

5 cara memilih matras yoga yang baik dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Dari Apa Yoga Mat Terbuat

Matras yoga pada awalnya terlihat seperti satu bahan material,  tetapi sebenarnya terbuat dari beberapa lapisan yang direkatkan untuk membuat satu permukaan.

Baca:   Kesalahan Berlatih Yoga yang Patut Dihindari

Kedengarannya membosankan, tetapi apabila Anda ingin membeli yoga mat baru, Anda dapat bertanya pertanyaan2 dibawah ini:

  • Terbuat dari apa matras yoga tersebut?
  • Dari mana bahan  berasal?
  • Apakah bahan alami atau buatan?
  • Jika Anda alergi terhadap lateks, apakah matras cocok untuk Anda?

Baca - Memilih Yoga Mat Bagi Pemula

cara memilih dengan contoh rekomendasi yoga mat.

2. Temukan matras yoga dengan grip atau anti-slip yang baik untuk latihan Anda.

Carilah matras yoga yang grippy, sehingga melindungi untuk tidak melukai diri sendiri. Jika Anda menyukai latihan yoga aktif dan dinamis (Ashtanga, Vinyasa dan Power yoga) atau melakukan Hot Yoga atau Bikram Yoga, penting untuk memastikan bahwa matras yang Anda miliki akan menyerap kelembaban saat Anda berlatih, sehingga tidak menjadi licin saat Anda berkeringat.

Temukan hal-hal dibawah ini Saat berlatih di matras yoga Anda:

  • Anda merasakan densitas (tidak kempos) yang memadai
  • Anda merasa memegang kendali penuh atas postur Anda
  • Anda bisa fokus pada latihan Anda dan tidak merasa tergelincir.
  • Anda dapat bertransisi pose yoga dengan mudah.

Yoga mat yang memberi kestabilan ketika Anda berlatih, akan memberikan keajaiban bagi kemajuan latihan yoga Anda.

yOGANEKA

Apabila Anda berlatih di atas matras yoga yang benar-benar grippy dan anti-slip, Anda bisa melakukan setiap yoga pose dengan yakin dan tenang.  Anda dapat melakukan posisi advance inversi dengan lebih mudah dan leluasa karena tidak memikirkan tangan yang tergelincir.

Anda akan merasa benar-benar aman diatas matras yoga tersebut sehingga tidak lagi harus fokus untuk tidak tergelincir.

Dengan itu, Anda akan memiliki kepercayaan diri untuk melakukan yoga pose tertentu yang belum dicoba sebelumnya.

Baca:   Bolehkah Bikram Yoga?

Maka itu, yoga mat yang grippy dan tidak licin sangatlah penting bagi kualitas latihan Anda.

3. Carilah matras yoga yang nyaman

Ada begitu banyak matras yoga dengan berbagai macam pilihan, sehingga Anda kadang salah dalam memilih untuk tebal dan densitas nya.

Ada yoga mat yang sangat tebal. Sebut saja 8mm sampai 10mm.  Namun setelah di cek lagi, ternyata bahan sangat kempos.  Sehingga sewaktu Anda melakukan posisi yoga akan kehilangan keseimbangan, kekanan dan kekiri. 

Mendapatkan matras yoga yang memiliki banyak densitas baik akan membantu menghindari sakit pergelangan tangan dan pergelangan kaki, siku dan lutut.  Baik selama dan setelah latihan.

Maka itu sangat penting untuk memilih matras yang nyaman.  

4. Matras yoga yang baik bagian ujung tidak akan naik (disebut juga budging).

Ciri-ciri dari yoga mat yang tidak berkualitas adalah bagian ujung matras akan naik keatas dengan mudah setelah dipakai beberapa kali.   Hal ini sangat menganggu, dan dapat melukai diri sendiri apabila terpeleset pada bagian yoga mat yang naik keatas.

Matras yoga yang baik ujung-ujung mat akan tetap datar diatas lantai.

5. Ramah lingkungan = dapat di recycling.

Meskipun yoga mat terbuat dari bahan karet alam asli (rubber yoga mat), tetapi bahan ini akan didalam bumi dalam waktu yang lama baru hancur.  Bisa jadi puluhan tahun akan tetap mengotori bumi ini.

5 Cara Memilih matras yoga yang baik 2
Pastikan matras yoga ramah lingkungan

Bahan karet, PVC atau apapun yang bisa di recycle dengan baik (sampai dengan 80%) adalah bahan yang sudah lulus OEKOTEX-100 dari Eropa.   Nah Anda sudah pasti tahu. Bahan Kurma, Tortueyoga dan Manduka mat, buatan German sudah pasti di kategori ini.