Yoga tidak ada hubungannya dengan Agama atau Tradisi

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Cukup banyak pertanyaan dari para peserta baru yang mempersoalkan apakah yoga ada hubungannya dengan suatu “agama” atau “tradisi”?  Mereka pada umumnya ingin sekali berlatih senam yoga, tetapi takut apabila hal ini menyalahi agama atau kepercayaan yang mereka anut.

 

yoga-religion

Yoga bisa dikatakan tidak ada hubungannya dengan agama atau kepercayaan tertentu. Yoga adalah “Yoga”, dan bahkan konon Yoga lebih tua daripada agama Hindu, yaitu agama yang paling tua yang dikenal pada catatan sejarah manusia.

 

Kitab suci agama Hindu adalah Veda, dan kitab ini digubah pertama kali sekitar tahun 5000 SM, pada saat masuknya bangsa Arya ke India. Sementara itu, bangsa India telah mengenal Yoga jauh sebelumnya (source – General Yoga Information)

 

Para Yogi yang ada di India tidak hanya beragama Hindu, tetapi juga dari berbagai agama dan kepercayaan, bahkan dalam beberapa literatur ditemukan ataupun tertulis beberapa orang nabi/suci juga berlatih yoga.

 

Yoga adalah milik semua orang dan insani di dunia ini, dan Yoga dapat meningkatkan kehidupan spiritual seseorang meskipun mereka mempunyai agama yang berbeda beda. Yoga juga tidak ada hubungannya dengan tradisi dari suatu bangsa ataupun negara.

 

Namun harus diakui bahwa Yoga merupakan warisan dari budaya India, maka itu istilah-istilah yang dipergunakan mempunyai banyak kesamaannya dengan agama Hindu atau budaya India. Bagi pemula yang ingin belajar Yoga, harus sangat mengerti bahwa ini hanyalah istilah saja yang dipakai untuk belajar Yoga, dan tidak ada kaitan sedikitpun dengan agama ataupun tradisi. Apabila seseorang belajar ilmu kedokteran, tentunya dia harus belajar istilah “Latin”. Contoh lainnya adalah belajar Karate, seseorang harus belajar dengan istilah Jepang; belajar kungfu, seseorang harus belajar dengan istilah Cina; belajar ilmu Ekonomi, seseorang harus belajar bahasa atau istilah Inggris.

 

Apabila kita telaah asal kata Yoga, suku kata utama adalah “YUJ”, yang artinya pada bahasa Sansekerta adalah “menghubungkan” atau “mempersatukan”. Kata ini hampir sama dengan kata “sholat” yang berasal dari kata “washola”, yang dalam bahasa Arab berarti menghubungkan atau mempersatukan.

 

Bagi para muslimin, untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan adalah melakukan sholat, yaitu berupa doa doa dan gerakan-gerakan tertentu. Hal ini ada kemiripan dengan Yoga yaitu doa doa tersebut adalah mantra yoga, dan gerakan gerakan tersebut adalah “Asana”.  Pada Karate atau Kungfu, kita menggunakan teknik sebagai teknik beladiri, dan kita menggunakan Yoga sebagai teknik untuk mengenal diri….. dan “Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya”.

 

Berlatih yoga dibutuhkan disiplin yang baik, dan tidak ada cara untuk dapat mempersingkat jalan ini. Yoga bukanlah suatu kompetisi, atau harus melakukan posisi asana dengan sempurna, tetapi lebih dari sebagai proses kehidupan.  Tidak ada kata terlambat untuk memulai berlatih yoga. Apakah anda seorang dewasa, anak, orangtua, wanita, pria, cacat , sehat, terpelajar, buta huruf… semuanya dapat berlatih yoga apabila ada kesungguhan di hatinya.

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_text_separator title=”Related Articles” border_width=”5″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_basic_grid post_type=”post” max_items=”3″ orderby=”rand” grid_id=”vc_gid:1544592423946-a8657dff-ef3e-5″][/vc_column][/vc_row]