Tiga Gerakan Yoga yang Mudah Bagi Penderita Diabetes

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sama seperti jenis olahraga lainnya, yoga juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.  Salah satunya untuk mengurangi resiko diabetes, termasuk penyakit-penyakit lain yang biasanya menjadi penyakit bawaan bagi penderita diabetes. Beberapa gerakan yang ada pada yoga dapat membantu mengembalikan kadar gula darah yang tinggi ke kadar yang normal.  Untuk memperoleh manfaat ini, terdapat beberapa gerakan yoga, baik gerakan yang sulit ataupun yang mudah.

 

Berikut merupakan beberapa contoh gerakan  yang  mudah untuk anda praktikkan.

 

 

 

sarvangasana

 

Sarvangasana (Supported Shoulder Stand)

Pada gerakan ini, anda dapat membentuk sikap lilin. Gerakan ini diawali dengan sikap tidur telentang dengan tangan dan kaki berada pada posisi lurus dengan tubuh. Kemudian perlahan angkat kaki anda hingga tegak lurus dengan punggung. Setelah itu, bagian punggung mulai diangkat hingga lurus dengan sumbu kepala dan kaki. Untuk membantu menopang tubuh, kedua tangan anda dapat diletakkan di bagian pinggang. Posisi ini dipertahankan beberapa lama, lalu turunkan kaki anda sambil menghembuskan napas perlahan melalui hidung.


 

Balasana (Child-pose)

Gerakan ini termasuk cukup mudah untuk dipraktekkan. Untuk gerakan ini, anda harus duduk bersimpuh dalam sikap yang tenang. Setelah itu, posisikan kepala dan tangan lurus ke depan. Tahan posisi ini untuk beberapa lama kemudian lengan mulai ditarik ke belakang dan posisi kepala tetap lurus ke depan. Gerakan ini berguna untuk relaksasi setelah melakukan gerakan Sarvangasana .

 

 

Paschimottanasana (Seated Forward Bend)

Gerakan Paschimottanasana menyerupai gerakan mencium lutut yang sering dilakukan pada saat senam lantai. Caranya yaitu dengan duduk tegak dengan kaki lurus ke depan dan tangan lurus ke atas. Selanjutnya, tangan mulai diturunkan perlahan hingga sejajar dengan kaki dan dahi kita dapat menyentuh lutut kaki. Usahakan untuk mempertahankan posisi ini selama mungkin agar aliran darah dapat berjalan lancar.
Dalam melakukan latihan yoga ini,  jangan lupa untuk melakukan pemanasan agar otot tubuh tidak kaku dan mengurangi resiko cedera.  Kemudian setelah menyelesaikan latihan yoga, penting juga untuk melakukan pendinginan melalui gerakan Savasana (Corpse Pose). Gerakan Savasana dilakukan dengan posisi tidur telentang. Selanjutnya letak tangan dan kaki lurus dengan tubuh.  Gerakan ini berguna untuk menetralkan kembali metabolisme tubuh yang meningkat setelah latihan yoga.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_text_separator title=”Related Articles” title_align=”separator_align_center” align=”align_center” color=”grey” border_width=”5″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_basic_grid post_type=”post” max_items=”3″ style=”all” items_per_page=”10″ show_filter=”” element_width=”4″ gap=”30″ orderby=”rand” order=”DESC” filter_source=”category” filter_style=”default” filter_align=”center” filter_color=”grey” filter_size=”md” button_style=”rounded” button_color=”blue” button_size=”md” arrows_design=”none” arrows_position=”inside” arrows_color=”blue” paging_design=”radio_dots” paging_color=”grey” loop=”” autoplay=”-1″ item=”none” grid_id=”vc_gid:1438072301985-87c41a24-38d2-3″][/vc_column][/vc_row]