Mitos Seputar Latihan Pilates

Salah satu kegiatan latihan tubuh yang cukup populer adalah latihan pilates yang dikenal cukup mudah dan praktis untuk menjaga kesehatan dan postur tubuh. Namun demikian, ada beberapa salah kaprah mengenai latihan ini yang rasanya memang perlu dikaji lebih lanjut.

Sesuai dengan catatan sejarah yang ada, pada mulanya kegiatan latihan tubuh ini dikenal sebagai “Contrology”. Latihan ini dibuat oleh Joseph Pilates selama Perang Dunia I pada saat ia sedang menjadi tawanan perang di Inggris. Latihan yang dilakukan adalah seputar menyeimbangkan otot tubuh dengan gerakan-gerakan yang efisien. Saat ia bebas dan tinggal di New York pada tahun 1920-an, teknik ini kemudian populer pada komunitas penari. Latihan ini kemudian dikenal luas dan termasuk efektif untuk mencegah cidera bagi para penari atau atlit. Akhirnya, pada tahun 1980 latihan ini menjadi bagian yang cukup populer di bina raga.

 

pilates movement - latihan pilates

Beberapa mitos yang berkembang dan sering menjadi salah kaprah adalah sebagai berikut:

 

1. Latihan Pilates hanya Bekerja bagian “Core” – Inti di bagian Perut Tengah

Meski pun salah satu latihan kekuatan core menjadi bagian mendasar dari Pilates, sebenarnya masih banyak latihan lain dan tidak hanya untuk postur otot dan bagian perut. Sistem latihan ini digunakan untuk mendapatkan keseimbangan, mobilitas, kekuatan dan kelenturan baik pada otot di permukaan tubuh atau pun di bagian yang lebih dalam. Setiap latihan melibatkan beberapa area pergerakan, seperti gerakan menekuk, meluruskan, menekuk sisi dan memutar. Latihan ini juga bisa berguna untuk pergerakan seperti pada bahu, dada, pundak, bokong, pinggang dan kaki.

 

2. Latihan ini Mirip Seperti Yoga

Sebenarnya ada kemiripan antara yoga dengan latihan Pilates. Keduanya sama-sama berfokus pada pengaturan napas dan kesadaran dari pergerakan badan. Tapi karena adanya berbagai macam jenis yoga, maka perbedaan dari latihan ini kemudian tampak mencolok. Beberapa latihan yoga lebih fokus pada relaksasi dan juga peregangan yang lembut, sementara yang lainnya ada yang berfokus pada penambahan kekuatan dan pergerakan halus. Sebagai contoh, kelas yoga Hatha dan gerakan Vinyasa menawarkan postur, filosofi dan keuntunngan yang berbeda. Sementara dengan Pilates, dasar dari masing-masing latihan tetap konsisten. Joseph membuat latihan secara spesifik pada latihan ini dan prinsipnya tetap sama.

 

 

Mitos Seputar Latihan Pilates 13. Latihan ini Hanya untuk Kaum Wanita

Ada yang banyak berpendapat bahwa latihan ini hanya untuk wanita. Pada kenyataannya, latihan ini pada mulanya diciptakan oleh seorang pria, sehingga latihan ini bisa diterapkan pada semua orang yang ingin mendapatkan manfaat dari latihan ini. Bahkan banyak atlit pria yang juga sudah menerapkan latihan ini, termasuk bintang tenis Andy Murray dan pemain basket LeBron James. Latihan ini bahkan juga populer pada ranah klinik, dimana latihan ini sering dipakai oleh fisioterapis sebagai teknik teraupetik untuk pasien (baik pria atau wanita) yang mengalami masalah keseimbangan badan.

 

4. Membutuhkan Perlengkapan

Meski pun tren latihan ini sering menggunakan peralatan tertentu seperti Reformer atau Cadillac, pada kenyataannya latihan ini sebenarnya dirancang untuk bisa dilakukan tanpa menggunakan peralatan tertentu.

 

5. Terlalu Mahal

Latihan ini bisa dilakukan tanpa perlengkapan. Anda bahkan bisa melakukannya dengan mengikuti petunjuk dari kelas online yang bebas tersedia dengan mudah.

 

6. Latihan Pilates Membakar Kalori dengan Cepat

Banyak yang mengatakan bahwa latihan Pilates bisa membakar kalori dengan cepat. Meski demikian belum ada bukti yang menyatakan bahwa latihan ini bisa mengurangi berat badan dengan sendirinya. Rata-rata wanita biasanya bisa membakar 200-300 kalori melalui latihan dasar ini. Dibandingkan hal tersebut, latihan Pilates lebih berfokus untuk kesehatan tubuh secara umum.

 

Mitos Seputar Latihan Pilates 2