Konsep Grounding di Senam Yoga

Seringkali kita mendengar konsep “grounding“, seperti kata alien yang sulit sekali dimengerti. Bahkan, ketika mendengarnya, saya pikir kata tersebut adalah bagian dari bahasa “New Age”, yang tidak termasuk di kamus bahasa sehari hari dan hanya dipakai untuk keperluan sains.

 

senam yogaSelama bertahun tahun, saya bekerja di gedung bertingkat, mengendarari mobil, dan selalu memakai sepatu. Jadi sangat jarang sekali saya mempunyai kegiatan dimana telapak kaki saya menginjak bumi. Saya adalah penduduk kota, yang sibuk dan hampir tidak pernah tenang, selalu terisi oleh berbagai macam aktifitas.

 

Seringkali saya terjebak oleh beberapa kesibukan sekaligus, spt dengan email, pekerjaan, teman, famili, dsb. Sungguh suatu aktifitas multi tasking yang melelahkan. Kadang saya bangga dapat melakukan hal-hal tersebut, tetapi saya merasakan kenyataan realitas anxiety/ kecemasan, dan pikiran saya selalu berada di awang-awang.

 

Guru yoga saya yang pertama kali memberikan arahan mengenai “grounding” yaitu meletakan telapak kaki di bumi dan merasakan konektifitas dengannya. Dia mengajarkan saya untuk melakukan hal ini sebelum dan sesudah berlatih yoga serta menciptakan keseimbangan dan awareness tubuh yang dapat di aplikasikan pada aktifitas sehari hari.

 

Dengan melakukan grounding, saya dapat berlatih yoga dengan efektif dan mempunyai perasaan tenang.

Cara grounding ini, saya aplikasikan pada kehidupan sehari hari ditengah kesibukan kerja. Apabila saya mempunyai waktu, saya akan lepas sepatu saya dan melakukan koneksi dengan bumi, di semua permukaan yang ada, bisa di rumput, lantai atau pasir. Hasil dari latihan ini membuat saya tercengang. Saya lebih merasa mempunyai pikiran jernih, penuh energi dan jarang sekali anxious mengenai hidup. Orang orang disekitar saya melihat perubahan ini dan berkata bahwa saya lebih tenang, dan down to earth. Apabila hidup dengan grounding sesuatu yang baik, marilah kita lakukan sesering mungkin.

 

by Erick Joseph