Dari Olahraga Lari ke Latihan Yoga

Di umur 35 tahun, Debbie Cooper, seorang guru Sekolah Dasar di Anchorage, Alaska, menderita fibromyalgia, suatu keadaan rasa capai luar biasa, gelisah, dan gangguan makan anorexia.

 

anorexia dan latihan yogaLima belas tahun kemudian, Cropper berlari  di 50 pertandingan marathon (setiap state di USA), dapat mengontrol dengan baik rasa gelisahnya dan mempunyai fleksibilitas tubuh yang luar biasa.  Ternyata berlari telah membuatnya dapat sembuh dari gangguan makan – anorexia (eating disorder).  Dengan berlari juga membuat pikiran bawah sadarnya merasa bahwa makan sangat penting untuk kegiatan ini.

 

Latihan yoga tiap hari yang dilakukan mengontrol rasa gelisah, dan sekaligus dapat mengurangi rasa depresi dan kelelahan.  Menurut Cropper, yoga telah menolong untuk tetap bersemangat berlari marathon di 38 negara bagian, dan memberikan dimensi baru untuk mencapai tujuan hidup.

 

Meskipun pada awal latihan yoga sangat menantang baginya, Cropper tidak pernah absen dari 15 menit latihan yoga tiap harinya di sela latihan berlari. Cropper sangat berterimakasih pada yoga dimana ia mempunyai semangat untuk menyelesaikan pertandingan yang amat sulit.

 

Berlari 50 marathon di 50 negara bagian memberikan “self awareness”, penerimaan diri dan rasa rendah diri. Aktifitas ini benar-benar membuat saya tidak sombong dan rendah diri, kata Cropper.

 

Ingin berlatih lari marathon? Anda harus ber-partner dengan latihan yoga. Ini yang dikatakan oleh pelatih lari Sage Rountree. Yoga membantu supaya tidak cedera karena memberikan kekuatan dan flesibilitas di seluruh tubuh. Roundtree memberikan advis bahwa 4 pose dibawah ini sangat baik untuk cooling down, stretching otot, dan melepaskan otot yang kaku.

 

  1. Anjaneyasana (Low Lunge)
  2. Virabhadrasana III (Warrior Pose III)
  3. Malasana (Garland Pose)
  4. Adho  Mukha Svanasana (Downward Facing Dog).